Senin, 24 April 2017

MASALAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN


NAMA                        : MUHAMMAD. IBNUL HUSAIN
NIM                            : 02143186
JURUSAN/PRODI    : TARBIYAH/MPI 7  







MASALAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN





1.      Sumber Daya Guru
            Terkadang guru merasa memiliki otonomi untuk melakukan apa saja tanpa merasa perlu supervisi yang mereka anggap intervensi dari kepala sekolah, pengawas, dinas pendidikan atau yayasan sekolah. Sehingga hal ini menjadi problem bagi para supervisor untuk melakukan pengawasan karena kurang mendapat respon dari guru.
Cara mengatasi masasalahnya:
            Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan (pre-service education) maupun program dalam jabatan (inservice education). Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Selain itu, pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat. Itulah sebabnya ulasan mengenai perlunya supervisi pendidikan itu bertolak dari keyakinan dasar bahwa guru adalah suatu profesi.
Adapun cara lain yaitu:
a.       Melakukan pendekatan dengan memperhatikan kebutuhan bawahan.
b.      Berusaha menciptakan saling percaya-mempercayai.
c.       Berusaha menciptakan saling harga menghargai.
d.      Simpati terhadap perasaan bawahan.
e.       Memiliki sifat bersahabat.
f.       Menumbuhkan peran serta bawahan dalam pembuatan keputusan dan kegiatan lain
g.      Mengutamakan pengarahan diri, disiplin diri, dan pengontrolan diri.

2.       SDM Pimpinan Lembaga Pendidikan
            Kepala sekolah yang merasa memiliki otonomi melakukan apa saja dalam lingkup sekolah tanpa merasa perlu melakukan atau memperoleh supervisi. Demikian juga pengawas dan yayasan, juga merasa bahwa guru atau kepala sekolah telah memiliki otonomi dan dianggap tahu apa yang harus dilakukan, sehingga, pengawas seringkali melaksanakan supervisi hanya untuk memenuhi tugas semata.
Cara mengatasi masasalahnya:
                 Seorang supervisor hendaknya memiliki ciri-ciri pribadi sebagai guru yang baik memiliki pembawaan kecerdasan yang tinggi, pandangan yang luas mengenai proses pendidikan dalam masyarakat, kepribadian yang menyenangkan dan kecakapan melaksanakan human relation yang baik.
        Seorang supervisor yang baik selalu merasa dibimbing oleh penemuan-penemuan yang telah didapat dari hasil-hasil penelitian pendidikan dan mempunyai kesempatan untuk menyatakan  pendapat- pendapat itu didalam diskusi kelompok dan pertemuan perseorangan .
          Menurut Kimbasells Wiks “seorang supervisor berurusan dengan persiapan kepemimpinan yang efektif dan baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut”:
1. Berpengetahuan luas tentang seluk beluk semua pekerjaan yang berada dibawah pengawasan
2.   Menguasai benar-benar rencana dan program yang telah digariskan yang akan dicapai oleh setiap lembaga dan bagian.
3.    Berwibawa dan memiliki kecakapan praktis tentang teknik-teknik kepengawasan, terutama human relation.
4.   Memiliki sifat jujur, tegas, konsekuen, ramah dan rendah hati.
5.   Berkemauan keras, rajin, bekerja demi tercapainya tujuan atau  program yang telah disusun.

3.      SDM Tenaga Administrasi
            Seorang tenaga administrasi atau administrator dalam pendidikan yang tidak mempunyai kemampuan serta skill yang cukup.
Cara mengatasi masalahnya:
            Administrasi pendidikan dalam adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel,spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan,kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus). Dan berbagai pengolahan yaitu:
1.      Pengumpulan data, melalui kegiatan sebagai berikut:
a.       Kunjungan rumah
b.      Case study
c.       Case history
d.      Daftar pribadi
e.       Meneliti pekerjaan anak
f.       Melaksanakan test, baik test IQ maupun test prestasi
2.      Pengolahan data
a.       Identifikasi kasus
b.      Membandingkan antarkasus
c.       Membandingkan dengan test lisan
d.      Menarik kesimpulan

4.      Anak Didik
            Beberapa problematika anak didik antara lain: kebanyakan murid-murid Nampak kurang berinisiatif dalam bekerja, kebanyakan murid nampaknya kurang punya minat dalam belajar.

Cara  mengatasi masalahnya:
            Menurut ilmu jiwa, anak merupakan individu yang mempunyai ciri-ciri tersendiri. Maksudnya berbeda antar yang satu dengan yang lain. Ciri-ciri dari murid itu harus diketahui oleh guru.
Dan melakukan cara lain yaitu:
a.       Melalui bimbingan belajar individual
b.      Melalui bimbingan belajar kelompok
c.       Melalui remedial teaching untuk mata pelajaran tertentu
d.      Melalui bimbingan orang tua di rumah
e.       Pemberian bimbingan pribadi untuk mengatasi masalah-masalah psikologis
f.       Pemberian bimbingan mengenai cara belajar yang baik secara umum
g.      Pemberian bimbingan mengenai cara belajar yang baik sesuai dengan karakteristik setiap mata pelajaran.
Selain diatas bisa juga dilakukan Evaluasi, Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah treatment yang telah diberikan berhasil dengan baik. artinya ada kemajuan, yaitu anak dapat dibantu keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar, atau gagal sama sekali. Dalam rangka pengecekan kembali atas kegagalan treatment, secara teoretis langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut.
a.       Re-ceking data (baik yang berhubungan dengan masalah pengumpulan maupun pengolahan data)
b.      Re-diagnosis
c.       Re- prognosis
d.      Re-treatment
e.       Re-evaluasi

5.      Sarana dan fasilitas
Konflik antar anak didik sukar dihindari. Pertimbangan material dengan menerima anak didik yang masuk dalam jumlah banyak, melebihi kafasitas kelas adalah kebijakan yang cendrung mengabaikan asfek kwalitas pendidikan. Hal ini harus dihindari bila ingin bersaing dalam peningkatan mutu pendidikan.


Cara mengatasi masalahnya:
            Sarana mampunyai arti penting dalam pendidikan. Gedung sekolah misalnya sebagai tempat yang strategis bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Suatu sekolah yang kekurangan ruang kelas sementara jumlah anak didik yang dimiliki dalam jumlah yang banyak melebihi daya tampung kelas, akan banyak menemukan masalah. Kegiatan belajar mengajar kurang kondusif. Pengelolaan kelas kurang efektif. Disini gedung atau ruang kelas adalah hal yang paling penting dalam menjalankan suatu pendidikan karena tanpa adanya gedung atau runag kelas maka pengaruh pendidikan di indonesia tidak berjalan dengan efektif, karena dapat menimbulkan konflik.

2 komentar:

  1. Coin Casino Review 2021 - Play and Bonus With a Welcome Bonus
    Coin Casino is a popular online casino that 카지노 is popular 메리트 카지노 고객센터 in Australia. It is a trusted and trustworthy operator for Australians and visitors. 인카지노 Learn more.

    BalasHapus