NAMA : MUHAMMAD. IBNUL HUSAIN
NIM : 02143186
JURUSAN/PRODI : TARBIYAH/MPI 7
MASALAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI
PENDIDIKAN
1.
Sumber Daya Guru
Terkadang guru merasa memiliki otonomi untuk melakukan apa saja tanpa merasa
perlu supervisi yang mereka anggap intervensi dari kepala sekolah, pengawas,
dinas pendidikan atau yayasan sekolah. Sehingga hal ini menjadi problem bagi
para supervisor untuk melakukan pengawasan karena kurang mendapat respon dari
guru.
Cara mengatasi masasalahnya:
Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan
komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus menerus.
Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan
(pre-service education) maupun program dalam jabatan (inservice education).
Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan
kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus menerus bertumbuh dan
berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Selain itu, pengaruh
perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus menerus belajar
menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
mobilitas masyarakat. Itulah sebabnya ulasan mengenai perlunya supervisi
pendidikan itu bertolak dari keyakinan dasar bahwa guru adalah suatu profesi.
Adapun cara lain yaitu:
a.
Melakukan pendekatan dengan memperhatikan kebutuhan bawahan.
b.
Berusaha menciptakan saling percaya-mempercayai.
c.
Berusaha menciptakan saling harga menghargai.
d.
Simpati terhadap perasaan bawahan.
e.
Memiliki sifat bersahabat.
f.
Menumbuhkan peran serta bawahan dalam pembuatan keputusan dan kegiatan lain
g.
Mengutamakan pengarahan diri, disiplin diri, dan pengontrolan diri.
2.
SDM Pimpinan Lembaga Pendidikan
Kepala sekolah yang merasa memiliki otonomi melakukan apa saja dalam
lingkup sekolah tanpa merasa perlu melakukan atau memperoleh supervisi. Demikian juga pengawas dan yayasan, juga merasa bahwa guru atau kepala
sekolah telah memiliki otonomi dan dianggap tahu apa yang harus dilakukan,
sehingga, pengawas seringkali melaksanakan supervisi hanya untuk memenuhi tugas
semata.
Cara mengatasi masasalahnya:
Seorang
supervisor hendaknya memiliki ciri-ciri pribadi sebagai guru yang baik memiliki
pembawaan kecerdasan yang tinggi, pandangan yang luas mengenai proses
pendidikan dalam masyarakat, kepribadian yang menyenangkan dan kecakapan
melaksanakan human relation yang baik.
Seorang supervisor yang baik selalu
merasa dibimbing oleh penemuan-penemuan yang telah didapat dari hasil-hasil
penelitian pendidikan dan mempunyai kesempatan untuk menyatakan pendapat- pendapat itu didalam diskusi
kelompok dan pertemuan perseorangan .
Menurut Kimbasells Wiks “seorang
supervisor berurusan dengan persiapan kepemimpinan yang efektif dan baik
memiliki ciri-ciri sebagai berikut”:
1. Berpengetahuan luas tentang seluk beluk semua pekerjaan yang berada dibawah
pengawasan
2. Menguasai
benar-benar rencana dan program yang telah digariskan yang akan dicapai oleh
setiap lembaga dan bagian.
3. Berwibawa
dan memiliki kecakapan praktis tentang teknik-teknik kepengawasan, terutama
human relation.
4. Memiliki
sifat jujur, tegas, konsekuen, ramah dan rendah hati.
5. Berkemauan
keras, rajin, bekerja demi tercapainya tujuan atau program yang telah disusun.
3.
SDM Tenaga Administrasi
Seorang tenaga administrasi atau administrator dalam pendidikan yang tidak mempunyai kemampuan serta skill yang cukup.
Cara mengatasi masalahnya:
Administrasi pendidikan dalam adalah segenap proses pengerahan dan
pengintegrasian segala sesuatu baik personel,spiritual maupun material yang
bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Agar kegiatan dalam
komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai
tujuan,kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang
merupakan daur (siklus). Dan berbagai pengolahan yaitu:
1.
Pengumpulan
data, melalui kegiatan sebagai berikut:
a.
Kunjungan
rumah
b.
Case study
c.
Case history
d.
Daftar
pribadi
e.
Meneliti
pekerjaan anak
f.
Melaksanakan
test, baik test IQ maupun test prestasi
2.
Pengolahan
data
a.
Identifikasi
kasus
b.
Membandingkan
antarkasus
c.
Membandingkan
dengan test lisan
d.
Menarik
kesimpulan
4.
Anak Didik
Beberapa problematika anak didik antara lain: kebanyakan murid-murid Nampak
kurang berinisiatif dalam bekerja, kebanyakan murid nampaknya kurang punya
minat dalam belajar.
Cara mengatasi
masalahnya:
Menurut ilmu jiwa, anak merupakan individu yang mempunyai ciri-ciri
tersendiri. Maksudnya berbeda antar yang satu dengan yang lain. Ciri-ciri dari murid itu harus diketahui oleh guru.
Dan melakukan cara lain yaitu:
a.
Melalui bimbingan belajar individual
b.
Melalui bimbingan belajar kelompok
c.
Melalui remedial teaching untuk mata pelajaran
tertentu
d.
Melalui bimbingan orang tua di rumah
e.
Pemberian bimbingan pribadi untuk mengatasi masalah-masalah
psikologis
f.
Pemberian bimbingan mengenai cara belajar yang
baik secara umum
g.
Pemberian bimbingan mengenai cara belajar yang
baik sesuai dengan karakteristik setiap mata pelajaran.
Selain diatas bisa juga dilakukan
Evaluasi, Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah treatment yang telah
diberikan berhasil dengan baik. artinya ada kemajuan, yaitu anak dapat dibantu
keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar, atau gagal sama sekali. Dalam rangka pengecekan kembali atas kegagalan treatment, secara teoretis
langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut.
a. Re-ceking
data (baik yang berhubungan dengan
masalah pengumpulan maupun pengolahan data)
b. Re-diagnosis
c. Re-
prognosis
d. Re-treatment
e. Re-evaluasi
5. Sarana dan fasilitas
Konflik
antar anak didik sukar dihindari. Pertimbangan material dengan menerima anak
didik yang masuk dalam jumlah banyak, melebihi kafasitas kelas adalah kebijakan
yang cendrung mengabaikan asfek kwalitas pendidikan. Hal ini harus dihindari bila
ingin bersaing dalam peningkatan mutu pendidikan.
Cara mengatasi masalahnya:
Sarana
mampunyai arti penting dalam pendidikan. Gedung sekolah misalnya sebagai tempat
yang strategis bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Suatu sekolah
yang kekurangan ruang kelas sementara jumlah anak didik yang dimiliki dalam
jumlah yang banyak melebihi daya tampung kelas, akan banyak menemukan masalah.
Kegiatan belajar mengajar kurang kondusif. Pengelolaan kelas kurang efektif.
Disini gedung atau ruang kelas adalah hal yang paling penting dalam menjalankan
suatu pendidikan karena tanpa adanya gedung atau runag kelas maka pengaruh
pendidikan di indonesia tidak berjalan dengan efektif, karena dapat menimbulkan
konflik.
Terim kasih banyak
BalasHapusCoin Casino Review 2021 - Play and Bonus With a Welcome Bonus
BalasHapusCoin Casino is a popular online casino that 카지노 is popular 메리트 카지노 고객센터 in Australia. It is a trusted and trustworthy operator for Australians and visitors. 인카지노 Learn more.